Keterangan Gambar : Kadis Kominfo Staper Kutim Ronny didampingi Kabid IKP - nya, Aji Nazarudin pimpin langsung rangkaian halal bihalal bersama insan pers
Makineksis.com, Kutai Timur - Masih dalam momen suasana idul fitri 1 Syawal, 1447 Hijriah Dinas Komunikasi dan Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar halal bihalal, Kamis (2/4) 2026
Adapun halal bihalal Diskominfo Staper Kabupaten Kutim, kali ini dikhususkan kepada unsur jajaran redaksi media terpenting para wartawan (insan pers), baik cetak (koran), media online, elektronik (televisi)
Kegiatan berlangsung di ruang rapat Diskominfo Staper, agenda ini bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan media, khususnya dalam penyebaran informasi yang berkualitas kepada masyarakat.
Halal bihalal dibuka dan pimpin langsung Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ronny Bonar H. Siburian, dirinya mengatakan halal bihalal tidak sebatas suatu wadah forum terutama ajang kebersamaan "silaturahmi " semata atau seremonial akan tetapi point terpentingnya dirangkaikan dengan diskusi, saling sharing termasuk penyampaian kritik dan saran dalam
perbaikan bersama.
“Ke depan, kita akan lebih sering berkumpul untuk mengevaluasi dan memperkuat kolaborasi bersama antara pemerintah dan insan pers minimal sebulan sekali atau 3 bulan sekali,” terang Ronny.
Ronny juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendorong seluruh insan pers di Kutai Timur agar terus berkembang dan profesional dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Ia turut mengajak organisasi pers serta asosiasi seperti PWI, AJKT, JMSI, dan SMSI yang ada di Kabupaten Kutai Timur untuk berperan aktif dalam menjembatani berbagai dinamika yang terjadi di lapangan.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas pemberitaan, tidak hanya sebatas administrasi, tetapi juga pada substansi informasi yang disampaikan.
“Kita harus saling terbuka, transparan, dan saling mengingatkan demi kebaikan bersama,” imbuhnya.
Selain itu, Ronny berharap pemberitaan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga aktif mengangkat isu-isu di tingkat kecamatan dan desa, termasuk keluhan masyarakat agar bisa terekspos dengan baik. (aji/rin)
Tulis Komentar